Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Surakarta & UIN Banten Adakan Program Visiting Lecturer Bersama

KabarFAB – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan program Visiting Lecturer yang berkolaborasi dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan ini berlangsung pada 02 Juni 2026 secara daring.

Program Visiting Lecturer ini menghadirkan dosen dan pakar sastra dan linguistik Arab dari Program studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Mas Said Surakarta, yaitu: 1. Dr. Hj. Khoiriyah, S.S., M.Ag. yang memberikan masukan judul proposal (sastra): Krisis Maskulinitas: Tokoh Abdullah Dalam Novel Sayyidatul Qomar Karya Jokha Alharti ditulis oleh Adisti Putri Aryani dan 2. Syaifullah, M.Hum. yang memberikan masukan judul proposal (linguistik): Analisis Proses Kognitif Mahasiswa Dalam Membaca Teks Arab Berjalan Tanpa Harakat (Kajian Psikolinguistik) yang ditulis oleh Wafiq Azizah Ashari.Selama sesi perkuliahan ini, mahasiswa mempresentasikan proposalnya dan para dosen dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Surakarta memberikan masukan.

Dr. Hj. Khoiriyah, S.S., M.Ag., memberikan komentar dan apresiasinya atas susunan proposal yang sistematis dan layak dijadikan contoh bagi mahasiswa lainnya. Catatan penting dari beliau adalah proposal ini masih memancing diskusi kritis; apakah yang dialami tokoh utama murni krisis maskulinitas, identitas, atau sekadar krisis psikologis. Selain itu, perlunya perampingan paparan data di latar belakang, memperjelas pijakan kualitatif empirisnya, serta pendalaman analisis sosok Abdullah agar tidak terjebak pada sekadar justifikasi teori yang membuat novel ini seolah hanya bisa dibedah dengan kacamata tersebut. Potret karakter dari tokoh Abdullah pada novel ini memiliki dampak kajian yang sangat luas, yang sekaligus membuktikan bahwa diskursus feminisme dan maskulinitas adalah sebuah lingkaran dialog yang tak pernah usai.

Sementara itu, Syaifullah M. Hum. Memberikan apresiasinya atas riset skripsi yang berani mengangkat kajian psikolinguistik. Terobosan ini patut diacungi jempol, draf tersebut masih memerlukan beberapa perbaikan agar semakin tajam, mulai dari mencari alternatif istilah yang lebih pas untuk diksi “teks Arab berjalan” hingga perlunya penegasan akar masalah psikolinguistik dan detail waktu pada latar belakang. Selain itu, parameter “memiliki pengalaman membaca teks Arab” juga wajib dirumuskan lebih spesifik agar tidak terkesan ambigu. Sebagai penutup, beliau berharap untuk memastikan agenda setelah pelaksanaan penelitian benar-benar difokuskan pada analisis dan pengolahan data yang komprehensif, sehingga riset perdana ini bisa menghasilkan temuan yang solid dan menginspirasi.

Selain memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, kegiatan Visiting Lecturer ini juga diharapkan menjadi pijakan awal bagi kedua institusi untuk mengembangkan bentuk kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya pada masa mendatang, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran mahasiswa, hingga publikasi jurnal ilmiah bersama.