KabarFAB – Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Public Lecture bertema “Study and Research of Arabic Nusantara’s Manuscript“ (Kajian dan Penelitian Manuskrip Arab Nusantara), dengan menghadirkan narasumber Dr. Makmur Harun, M.Let., Ph.D., dari Universiti Utara Malaysia (UUM). Acara ini digelar secara hybrid di Aula Yosodipuro Lt. 4, pada Rabu, 03 Juni 2026 dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Sastra yang mendalami diskursus filologi dan literatur klasik.




Dr. Makmur Harun, M.Let., Ph.D. dalam pemaparannya, menyoroti tentang urgensi penelitian manuskrip sebagai jendela utama untuk memahami jejak peradaban, intelektualitas, dan jaringan ulama di Asia Tenggara pada masa lampau. Manuskrip beraksara Arab dan Pegon di Nusantara tidak hanya merupakan bukti otentik persebaran Islam, namun juga merekam dialektika kebudayaan lokal dengan tradisi Timur Tengah.
Beliau juga menjelaskan bahwa manuskrip Nusantara merupakan warisan intelektual penting di Asia Tenggara yang mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang seperti sejarah, bahasa, sastra, hukum, dan pendidikan. Diperkirakan terdapat 22.000 manuskrip yang ditulis oleh para ulama dan intelektual terdahulu. Sebagian besar manuskrip tersebut menggunakan tulisan Jawi (Arab Melayu) yang menjadi media utama penyebaran ilmu Islam di kawasan Nusantara.
Bahasa Arab memiliki peran besar dalam membentuk tradisi keilmuan Nusantara, terutama dalam bidang keagamaan, tasawuf, dan pendidikan. Penulisan manuskrip dilakukan oleh ulama besar seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Abdurrauf as-Singkili, yang menghasilkan karya-karya penting sebagai pedoman hidup dan pembelajaran masyarakat.


Di akhir paparannya beliau menyatakan bahawa kajian terhadap manuskrip Nusantara membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk merekonstruksi pemikiran masa lalu yang relevan dengan konteks kekinian. “Manuskrip ini adalah warisan intelektual yang harus terus diteliti, dirawat, dan dialihwahanakan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa sastra dan bahasa”.
Program studi Bahasa dan Sastra Arab berharap dapat terus menjembatani pertukaran gagasan akademik antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus mengukuhkan posisi Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat unggulan dalam kajian bahasa, sastra, dan peradaban Islam di Nusantara.
