KabarFAB – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Wening Jati, yang bernaung di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim seni budaya ini sukses menyabet gelar Juara 2 Kategori Umum dalam ajang Lomba Tepuk Sakinah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Keberhasilan ini diraih setelah proses persiapan intensif selama satu bulan penuh.

Lomba Tepuk Sakinah sendiri merupakan ajang kompetisi seni dan kreativitas yang dirancang sebagai media dakwah sekaligus sarana penguatan nilai-nilai keharmonisan keluarga melalui perpaduan karya musikal dan budaya. Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang untuk tidak hanya menyajikan penampilan yang menarik secara musik, akan tetapi juga mampu mengintegrasikan pesan moral dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat luas.
Dua mahasiswa dari Fakultas Adab dan Bahasa turut menjadi bagian penting dalam tim Karawitan Wening Jati tersebut: Alif Aji Ramadhan (mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, angkatan 2023) yang memainkan suling, dan Azzah Naila Karimah (mahasiswi Sastra Inggris, angkatan 2025) yang memainkan alat musik bonang.
Wakil Dekan Bidang III Fakultas Adab dan Bahasa, Dr. Aly Mashar, S.Pd.I., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas penampilan terbaik UKM Karawitan Wening Jati di ajang Lomba Tepuk Sakinah. Beliau secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Alif Aji dan Azzah Naila Karimah atas dedikasi dan keterlibatan mereka dalam melestarikan budaya Jawa yang kian memudar saat ini. Lebih dari itu, menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kedua mahasiswa tersebut mampu mengelola manajemen waktu dengan baik dan bekerja dalam tim yang sangat solid di tengah kesibukan perkuliahan.
Menurut Dr. Aly Mashar, kebahagiaan atas prestasi ini melampaui sekadar medali atau piala. Bagi beliau, keberhasilan ini adalah manifestasi nyata dari konsep pendidikan holistik. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademis, namun juga harus memiliki kepekaan seni untuk merasakan keindahan, rasa kebangsaan untuk menjunjung budaya luhur, dan kedalaman spiritual melalui karya-karya semacam ini.Oleh karenanya, beliau berharap bahwa perjuangan dua mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa ini dapat menjadi sumber inspirasi yang menular, baik kepada adik tingkat mereka maupun masyarakat umum – baik melalui kontribusi pribadi maupun melalui UKM Karawitan Wening Jati sendiri.
