Upacara Penutupan Asesmen Lapangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Sabtu (7 Februari 2026), menyelenggarakan Upacara Penutupan Asesmen Lapangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sambernyawa PTIPD UIN Raden Mas Said Surakarta dan dimulai pada pukul 12.00 WIB.

Upacara penutupan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan dan pengguna lulusan Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag. dan Prof. Dr. H. Dudung Abdurahman, M.Hum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang I UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., Dekan Fakultas Adab dan Bahasa Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., sebagai asesor sangat mengapresiasi kesiapan, kerja sama, serta sinergi seluruh tim Program Studi Sejarah Peradaban Islam sehingga proses asesmen dapat berjalan lancar. Beliau juga telah melakukan konfirmasi dan pendalaman terhadap berbagai aspek yang tertuang dalam Laporan Evaluasi Diri serta dokumen akreditasi.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa secara umum terdapat kesesuaian antara narasi dalam dokumen dengan kondisi faktual di lapangan. Meski demikian, Dr. Setia Gumilar menegaskan bahwa temuan tersebut tidak menutup ruang bagi pengembangan lebih lanjut dalam pengelolaan dan peningkatan mutu akademik Program Studi Sejarah Peradaban Islam.

Ia juga menyampaikan sejumlah catatan yang bersifat konstruktif sebagai bahan pengembangan ke depan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterlibatan alumni, stakeholder, dan mahasiswa dalam perumusan visi program studi yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Selain itu, pemahaman mahasiswa terhadap visi program studi juga perlu mendapat perhatian lebih agar visi tersebut dapat diinternalisasi dan menjadi landasan bersama dalam pengembangan program studi.

Secara keseluruhan, Dr. Setia Gumilar menilai hasil asesmen lapangan ini diharapkan dapat memberikan capaian terbaik bagi Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penetapan hasil akreditasi sepenuhnya menjadi kewenangan BAN-PT, sementara Tim Asesor bertugas memberikan rekomendasi berdasarkan temuan selama asesmen lapangan.

Sementara itu, Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara umum Program Studi Sejarah Peradaban Islam telah dikelola dengan baik melalui kerja bersama pimpinan Fakultas Adab dan Bahasa dan program studi. Kendati demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan penguatan, utamanya pada tataran implementasi kebijakan dan perencanaan akademik.

Dalam bidang pembelajaran, Prof. Dudung memberikan masukan terkait implementasi kurikulum. Kurikulum Program Studi Sejarah Peradaban Islam dinilai perlu didesain ulang secara lebih komprehensif agar tidak terjadi tumpang tindih materi, baik dalam pembagian sejarah kawasan, periodisasi, maupun integrasi ilmu bantu dengan disiplin utama. Penyesuaian kurikulum diharapkan tidak hanya bersifat perubahan nomenklatur mata kuliah, namun juga menyentuh kedalaman materi serta relevansinya dengan capaian pembelajaran lulusan. Pelibatan dosen, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan dipandang perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembaruan kebijakan akademik.

Selain itu, dalam bidang tata kelola dan kerja sama, kolaborasi yang telah terbangun dengan berbagai pihak diharapkan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas luaran dan dampak, antara lain melalui publikasi ilmiah bereputasi, rekognisi akademik di tingkat nasional, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan sejarah.

Aspek kemahasiswaan juga menjadi perhatian dalam asesmen ini. Layanan mahasiswa serta pembinaan karier lulusan yang telah berjalan dinilai perlu diperkuat melalui integrasi dengan proses pembelajaran, pemutakhiran data alumni, dan informasi dunia kerja. Langkah tersebut dipandang penting sebagai dasar pengembangan kurikulum dan penguatan kompetensi mahasiswa.

Pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Dudung merekomendasikan agar keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian dosen terus ditingkatkan. Pengembangan model kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian yang berorientasi pada publikasi bersama dinilai dapat memberikan manfaat akademik yang signifikan. Selain itu, hasil penelitian dosen dan mahasiswa diharapkan dapat diintegrasikan secara nyata ke dalam bahan ajar, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Masukan terakhir dari Prof. Dudung adalah mengenai luaran dan capaian tridharma, khususnya kesesuaian bidang kerja lulusan dengan kompetensi program studi. Hal tersebut dinilai perlu terus ditingkatkan melalui penguatan jejaring alumni dan intensifikasi kerja sama dengan mitra pengguna lulusan sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum dan pembukaan peluang kerja yang berkelanjutan.

Dekan Fakultas Adab dan Bahasa Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya proses asesmen lapangan selama dua hari tersebut. Menurutnya, pelaksanaan asesmen secara luring ini memberikan ruang diskusi yang lebih hidup, mendalam, dan terbuka dibandingkan skema daring.

Prof. Imam Makruf menegaskan bahwa seluruh catatan dan rekomendasi dari Tim Asesor akan menjadi bahan refleksi penting dalam upaya perbaikan dan peningkatan mutu Fakultas Adab dan Bahasa secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memperkuat distingsi dan daya saing program studi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang I UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian asesmen lapangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Asesor BAN-PT atas berbagai masukan, catatan, dan rekomendasi yang sangat berharga bagi pengembangan program studi.

Ia menegaskan bahwa Program Studi Sejarah Peradaban Islam memiliki posisi strategis dalam kerangka Islamic Studies dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan keilmuan Islam secara utuh. Selain Al-Qur’an dan Hadis, akidah, fikih, dan tasawuf, Sejarah Peradaban Islam memegang peran penting dalam memahami dinamika umat, perkembangan pemikiran, serta konteks sosial dan budaya Islam sepanjang sejarah.

Menurutnya, seluruh proses asesmen ini pada hakikatnya diperuntukkan bagi mahasiswa sebagai pusat sistem pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kurikulum, sumber daya dosen, sarana prasarana, serta sistem pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan melalui mekanisme evaluasi internal dan asesmen eksternal. UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil asesmen ini secara serius demi penguatan tata kelola dan relevansi Program Studi Sejarah Peradaban Islam di tengah perkembangan zaman.