Rektor Hadiri Asesmen Lapangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam

KabarFAB – Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Bahasa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Asesmen Lapangan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Jumat–Sabtu, 6–7 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Sambernyawa PTIPD UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan asesmen lapangan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., beserta para Wakil Rektor; Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran dekanat; perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu; serta mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor BAN-PT. Beliau berharap kehadiran para asesor dapat memberikan semangat perjuangan bagi seluruh sivitas akademika, sejalan dengan makna Aula Sambernyawa yang merupakan nama panji perjuangan dari Raden Mas Said, sebagaimana dicatat dalam literatur sejarah.

Rektor menjelaskan bahwa UIN Raden Mas Said Surakarta saat ini terus menerus bertransformasi dan berinovasi dengan berlandaskan nilai-nilai perjuangan yang dirangkum dalam akronim LURIK, yakni Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut mengantarkan UIN Raden Mas Said Surakarta meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT yang berlaku hingga tahun 2029.

Saat ini, dari total 46 program studi yang dimiliki oleh UIN Raden Mas Said Surakarta, sebanyak 19 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Rektor juga menegaskan bahwa capaian institusi tidak hanya terbatas pada aspek akademik, namun juga diperkuat oleh tata kelola manajemen yang tersertifikasi secara internasional melalui ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. UIN Raden Mas Said Surakarta juga pernah mencatatkan Rekor MURI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dengan jumlah pendaftar mahasiswa baru internasional terbanyak, yakni lebih dari 1.200 pendaftar dari 48 negara pada Agustus 2025.

Dalam bidang publikasi ilmiah, UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki jurnal yang telah terindeks Scopus serta menempati peringkat 13 besar nasional SINTA dari 38 PTKIN di Indonesia, dengan tiga jurnal yang telah terakreditasi SINTA 1. Selain itu, kampus ini menempati peringkat 16 besar PTKIN dalam pemeringkatan UI GreenMetric, sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan kampus hijau dan berkelanjutan. Hingga saat ini, UIN Raden Mas Said Surakarta juga mencatat capaian 456 publikasi terindeks Scopus.

Rektor turut menyampaikan bahwa fasilitas pendukung kampus terus ditingkatkan, antara lain perpustakaan yang telah terakreditasi A, Klinik Syifa Medica dengan akreditasi Paripurna, serta keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Pusat Halal. UIN Raden Mas Said Surakarta juga memperoleh berbagai hibah dari pemerintah dalam rangka pengembangan institusi.

Saat ini, UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki 30 guru besar aktif, termasuk dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Rektor juga menyampaikan rasa duka atas wafatnya salah satu guru besar dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 25.000 orang, termasuk mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Rektor menegaskan bahwa asesmen lapangan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan menjadi momentum muhasabah atau evaluasi diri bagi institusi untuk terus berinovasi dan berkembang. Seluruh data dan fakta lapangan telah diupayakan semaksimal mungkin untuk menunjukkan dedikasi UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mencetak generasi unggul.

Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar tim asesor dapat memberikan masukan, koreksi, dan evaluasi yang konstruktif. Ia juga menekankan pentingnya peran akademisi sejarah dalam mengisi ruang-ruang media publik dan media sosial dengan narasi sejarah yang benar dan bertanggung jawab, di tengah maraknya informasi keliru.