Tentacle Suguhkan Pementasan Teater ‘Eternity IV’ di Taman Budaya Jawa Tengah

KabarFAB – Pementasan teater “Eternity IV” dengan tema Nox: Noctis Est Nostri sukses diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Tentacle Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, di Taman Budaya Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Desember 2025 . Sebagaimana diketahui Taman Budaya Jawa Tengah meruapakan salah satu pusat kegiatan seni dan budaya untuk seniman dan akademisi di kota Surakarta. Acara tersebut merupakan program tahunan KSM Tentacle dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan artistik, pertunjukan, dan kemampuan berbahasa, karena pementasan ini menampilkan karya-karya teater dalam tiga bahasa yang berbeda. Kegiatan ini dipimpin oleh Naura Mukti Larasati dan Riha Zahrotul Jannah sebagai ketua penyelenggara dan berada di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. SF Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum., yang secara aktif memberikan arahan selama proses pemilihan, latihan, dan penyempurnaan konsep drama.

Pelaksanaan acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan berbagai persiapan teknis oleh panitia dan para pemain. Persiapan ini mencakup pengecekan panggung, pencahayaan, audio, pemeriksaan properti, gladi bersih, serta koordinasi antar divisi. Semua persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan semua berjalan dengan baik tanpa kendala teknis selama acara. Di sore hari, panitia kembali melakukan pengarahan dan finalisasi urutan acara sebelum penonton tiba. Tepat pada pukul 18.00 WIB, panitia secara resmi membuka pintu masuk teater arena (open gate) dan mulai menyambut para tamu dari berbagai kalangan, termasuk dosen Fakultas Adab dan Bahasa, mahasiswa dari berbagai angkatan, alumni, komunitas seni lokal, serta masyarakat umum yang tertarik pada seni teater. Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya orang yang mengantri serta interaksi positif antara tamu undangan dan panitia. Serangkaian pertunjukan teater “Eternity IV” menyajikan empat drama dengan konsep estetika yang beragam, baik dalam bahasa, genre, maupun gaya penyampaian.

Acara dibuka dengan pementasan berjudul Owls Never Sing an Elegy”, sebuah drama visual dalam bahasa Inggris yang menggambarkan kesunyian, refleksi, dan kesedihan simbolis melalui permainan cahaya dan ekspresi aktor. Drama pembuka ini berhasil menciptakan suasana puitis yang membawa penonton masuk ke dalam tema besar malam itu, yaitu dunia malam dan sisi-sisi simboliknya. Pertunjukan dilanjutkan dengan pementasan berbahasa Arab dengan judul Penjaga Pintu”, yang memiliki genre absurd. Pementasan ini menampilkan dinamika simbolis melalui dialog dan adegan yang penuh teka-teki, mengajak penonton untuk menafsirkan makna di balik setiap tindakan dan percakapan, sesuai dengan ciri khas drama absurd dalam tradisi teater di seluruh dunia.

Pementasan ketiga berjudul Aku vs Ayahku disajikan dalam bahasa Indonesia dan mengangkat tema realis. Drama ini menceritakan tentang masalah dalam keluarga yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dengan menyoroti hubungan emosional antara seorang anak dan ayahnya. Pertunjukan ini memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan dua drama sebelumnya karena mengangkat tema relasi yang dapat dirasakan oleh hampir semua orang yang menontonnya. Terakhir, rangkaian pementasan ini ditutup dengan drama berbahasa Inggris berjudul Pain of Pins: A Bowling Story”, yaitu sebuah karya absurd yang memadukan humor sarkastik, simbol-simbol kehidupan, serta cerita yang menggambarkan perjalanan manusia dalam menghadapi tekanan, keputusan, dan akibatnya. Sebagai penutup, drama ini memberikan kesan mendalam dan memicu pemikiran bagi penonton tentang kompleksitas pengalaman manusia yang ditampilkan melalui panggung teater.

Secara keseluruhan, pelaksanaan teater “Eternity IV” berlangsung dengan lancar, teratur, dan mendapatkan sambutan positif dari semua yang hadir. Kehadiran berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, mahasiswa, komunitas seni, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa acara ini berhasil menjadi tempat apresiasi seni yang terbuka untuk semua. Selain itu, acara ini juga memperkuat peran mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa sebagai generasi yang tidak hanya mahir dalam bidang linguistik dan akademik, akan tetapi juga ikut berkontribusi dalam pengembangan seni pertunjukan. Pementasan ini juga menjadi bukti nyata kerja sama, kreativitas, dan komitmen seluruh panitia serta aktor yang telah mempersiapkannya dengan serius selama berbulan-bulan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan muncul kesadaran dan semangat baru di kalangan mahasiswa untuk terus melestarikan dan mengembangkan kreativitas seni, serta memperluas kolaborasi di lingkungan kampus maupun di masyarakat umum.

Penulis Berita : Naura Mukti Larasati