KabarFAB – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta mengirimkan delapan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam seminar literasi yang menjadi bagian dari Solo Literacy Festival 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada 11–13 September 2025 di Kota Surakarta.



Pembukaan Solo Literacy Festival 2025 secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pada Kamis, 9 September 2025. Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan pengukuhan Bunda Literasi Kota Surakarta, Vanesa Respati, serta pelantikan bunda literasi di tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Surakarta. Festival ini mengusung tema “Generasi Cerdas Budaya Literasi” dan menampilkan berbagai kegiatan, antara lain pembacaan buku secara serentak, diskusi publik, kelas menulis kreatif, penguatan jejaring literasi, permainan tradisional, bazar buku, dan penampilan seni.
Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian festival adalah seminar bertema “New Era: Metaverse Menciptakan Realitas Literasi Baru”. Seminar dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat, 12 September 2025, dan Sabtu, 13 September 2025. Narasumber yang hadir adalah Budiman Husain pada sesi pertama dan Maria Magdalena, S.Psi., M.Kom. pada sesi kedua. Peserta seminar berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, dan pustakawan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi digital, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kota Surakarta memberikan undangan kepada sejumlah perguruan tinggi, termasuk kepada Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Adapun delapan mahasiswa IPII yang berkesempatan mengikuti seminar tersebut adalah Khafia Uswatun Hasanah, Zuyyina Laily Khiarotul Fitriyah, Andrea Dhiya Nasywa Andini, Na’ila Zulfa, Estu Indah Darojatin, Febrio Sefa Aqda Fidyono, Za’imatunnisa’, dan Isti Maharsi.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan teknologi metaverse untuk mendukung pembelajaran. Metaverse, dengan dukungan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), dipandang mampu menghadirkan suasana belajar yang imersif, interaktif, serta memungkinkan dilaksanakannya kunjungan lapangan virtual, visualisasi materi tiga dimensi, dan interaksi melalui avatar digital.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi pengalaman akademik yang menarik kepada mereka, khususnya dalam mengembangkan pemahaman tentang literasi digital dan teknologi pembelajaran. Keterlibatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital.
