Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Ikuti Konferensi Internasional ILISS 2025 di Yogyakarta

KabarFAB – Dua dosen dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Fakultas Adab dan Bahasa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, yaitu Sucipto, M.Hum. dan Mega Alif Marintan, M.Hum., ikut berpartisipasi dalam kegiatan The 9th International Library and Information Science Society (ILISS) Conference 2025 yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 20–22 Agustus 2025. Konferensi ini diselenggarakan di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya serta Fakultas Kedokteran, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Konferensi Internasional ILISS 2025 mengangkat tema Revisiting Competencies: Preparing the Next Generation of Library and Information Science Professionals. Acara ini menghadirkan pakar, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas kompetensi baru, kecerdasan buatan (AI), literasi digital, serta penguatan pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Abad ke-21.

Selain delegasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, konferensi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Internasional seperti Prof. Dong-Geun Oh, Ph.D. (Keimyung University, Korea Selatan, sekaligus Presiden ILISS), Dr. P. Rajendran, Ph.D. (University Librarian, SRMIST India), serta akademisi dari lebih 15 negara termasuk Jepang, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Amerika Serikat.

Tujuan dari pendelegasian 2 dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab dan Bahasa dalam kegiatan ini adalah untuk menunjukkan komitmen dalam penguatan jejaring internasional serta untuk memperluas wawasan akademik di bidang ilmu Perpustakaan dan Informasi. Keterlibatan aktif dalam forum internasional ini tidak hanya untuk memperkaya kapasitas keilmuan dosen, namun juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi digital.

Selain menghadiri sesi-sesi ilmiah dan diskusi tematik, delegasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ini turut serta dalam agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Asosiasi Dosen Ilmu Perpustakaan (ASDIP- PTKI), dan International Library and Information Science Society (ILISS). Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dalam mempererat kolaborasi baik nasional maupun internasional, khususnya dalam pengembangan riset, pertukaran akademisi, serta publikasi bersama.

Koordinator Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Sucipto, M.Hum., menyampaikan harapan bahwa kerja sama ini akan membuka jalan bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih aktif dalam forum skala internasional, dan juga guna memperkuat posisi UIN Raden Mas Said Surakarta dalam kancah akademik global. “Keterlibatan ini bukan sekedar menghadiri konferensi, tetapi juga wujud nyata dari ikhtiar kami untuk menjadikan Program Studi IPII sebagai pusat unggulan dalam ilmu perpustakaan Islam yang berdaya saing internasional,” semoga.