Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Kunjungi Museum Istiqlal dan LPMQ Kemenag RI

KabarFAB – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta baru-baru ini melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)/Magang 1 dengan mengunjungi sejumlah lembaga dan institusi penting di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait bidang kerja profesional yang relevan dengan disiplin ilmu yang mereka tekuni. Tiga destinasi utama yang dikunjungi dalam kegiatan hari pertama ini adalah Bayt Al Quran, Museum Istiqlal, serta Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di Bayt Al Quran, para mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai Festival Istiqlal yang pernah diselenggarakan dua kali, yaitu pada tahun 1991 dan 1995. Festival tersebut merupakan ajang besar kebudayaan Islam Indonesia yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi Islam dari masa klasik hingga modern. Penjelasan yang diterima mahasiswa menekankan bahwa Festival Istiqlal bukan sekadar perayaan, melainkan media syiar budaya dan peradaban Islam di Nusantara. Menariknya, festival ini bukanlah program yang digagas oleh pemerintah, melainkan gerakan kultural yang tumbuh dari partisipasi umat Islam dan masyarakat Indonesia secara luas.

Selanjutnya, pada kunjungan ke Museum Istiqlal mahasiswa diberikan gambaran nyata mengenai peran museum dalam pelestarian manuskrip Al-Qur’an dan juga sejarah perkembangan seni kaligrafi Arab di Indonesia. Para mahasiswa berkesempatan menyaksikan langsung koleksi mushaf kuno dari berbagai daerah di tanah air. Kegiatan ini memperkuat pemahaman mereka tentang hubungan erat antara tempat ibadah dan institusi keilmuan dalam tradisi Islam.

Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi interaktif di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Dalam forum ini, mahasiswa mempelajari secara langsung tugas-tugas seorang pentashih, termasuk pentingnya ketelitian linguistik, penguasaan ilmu nahwu dan sharaf, serta pemahaman mendalam terhadap rasm atau sistem ortografi Al-Qur’an. Melalui sesi ini, mahasiswa memahami bahwa keilmuan bahasa dan sastra Arab memiliki peran krusial dalam menjaga kemurnian teks suci Al-Qur’an.

Salah satu peserta menyampaikan kesannya, “Kami melihat langsung bagaimana ilmu sastra dan kebahasaan yang kami pelajari di kelas memiliki peran krusial dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an dan melestarikan warisan peradaban Islam.

Kegiatan KKL/Magang 1 ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai prospek kerja lulusan Sastra Arab, serta mendorong kesiapan mereka dalam berkontribusi sebagai tenaga profesional yang tidak hanya mahir secara akademik, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kebudayaan dan keislaman.