KabarFAB – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menorehkan sejarah baru dengan meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan dengan Pendaftar Mahasiswa Baru Terbanyak dari Mancanegara. Penghargaan prestisius ini diterima pada 19 Agustus 2025 di Jakarta.

Di balik pencapaian ini, terdapat dedikasi luar biasa dari dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris. Mereka memainkan peran sentral dalam memastikan setiap tahap penerimaan mahasiswa asing berjalan lancar, mulai dari sosialisasi informasi, penyusunan formulir, hingga verifikasi dan penyusunan data akhir. Loyalitas dan inovasi mereka menjadi kunci terselenggaranya skema yang bersejarah ini dengan akurasi tinggi. Saat diwawancarai secara langsung, Wildi Adila, M.A., Dosen Sastra Inggris sekaligus Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Surakarta, menjelaskan alur yang begitu kompleks dan menantang.
“Proses ini berawal dari upaya kami menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di seluruh dunia untuk mempromosikan pendidikan dan Beasiswa Rektor UIN Surakarta. Karena beasiswa ini tergolong penuh dan sangat kompetitif, respons yang datang sungguh di luar dugaan: ribuan pendaftar dari 50 negara. Seleksinya pun sangat ketat, mulai dari seleksi berkas, tes potensi akademik, hingga wawancara. Dari ribuan pendaftar, akhirnya hanya 16 mahasiswa terpilih yang diterima dengan beasiswa penuh, masing-masing membawa prestasi membanggakan di bidang olahraga, seni, akademik, publikasi ilmiah, maupun tahfidz. Inilah yang kemudian mengantarkan UIN Surakarta meraih rekor MURI sebagai perguruan tinggi keagamaan dengan penerimaan mahasiswa asing terbanyak”, ungkap Wildi.
Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa strategi promosi global yang dilakukan secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa sangat efektif. Para mahasiswa Sastra Inggris yaitu Rorry Adhiputra Mulle dan Muhammad Azfa Alfaris menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis, sementara dosen memberikan bimbingan dan pengawasan, memastikan kualitas data dan kelancaran proses seleksi internasional.

“Proses pre-pendaftaran dan pasca-pendaftaran mahasiswa asing memerlukan ketelitian tinggi. Kami harus membuat form, menyebarkan informasi, mengumpulkan data, dan memeriksa setiap berkas secara detail, termasuk nama, email, dan passport, untuk menghindari multiple input. Tahap verifikasi menjadi yang paling menantang, karena kesalahan sekecil apa pun bisa memengaruhi validitas data”, ujar Rorry.
Prestasi ini menjadi cerminan semangat glokalisasi yang dijunjung UIN Raden Mas Said Surakarta. Kampus berupaya memperkuat identitas lokal sambil membuka akses global, menjadikan kompetensi bahasa, komunikasi lintas budaya, dan keterampilan internasional berpadu dengan nilai-nilai lokal untuk menciptakan pendidikan unggul dan inklusif.
Keberhasilan meraih Rekor MURI menunjukkan bahwa kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan institusi dapat menghasilkan prestasi yang diakui secara nasional. Pencapaian ini sekaligus memperkuat reputasi internasional UIN Surakarta dan menegaskan komitmen kampus untuk menjadi rumah bagi mahasiswa dari berbagai negara, belajar, berkembang, serta berkontribusi dalam komunitas akademik global. (Arkh)
