KabarFAB – Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta hari ini (31 Juli 2025) menyelenggarakan kegiatan penguatan tata kelola fakultas di Aula Yosodipuro, Lantai 4 Gedung Fakultas Adab dan Bahasa, dengan tema “Penguatan Tata Kelola Fakultas Berbasis CARE (Creative, Accountable, Responsive, and Emphatic) untuk Mewujudkan Internasionalisasi Perguruan Tinggi yang Inklusif dan Berdaya Saing Global.” Acara ini dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika, Tenaga Kependidikan, Koordinator Program Studi, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan juga perwakilan Organisasi Mahasiswa di lingkungan Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta.








Pada sesi pertama kegiatan ini dihadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Dra. Hj. Arina Hasbana, M.M. (Koordinator Bagian Perencanaan dan Keuangan UIN Raden Mas Said Surakarta), Tato Priyo Sulistiyono, S.Kom., M.E., (Koordinator Subbag Perencanaan UIN Raden Mas Said Surakarta), dan juga Khairul Imam, S.H.I., M.S.I., (Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Raden Mas Said Surakarta). Ketiga narasumber ini dihadirkan untuk melihat kebijakan mengenai perencanaan keuangan yang terbaru dan juga kiat menyusun anggaran dan program yang baik dan juga tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah awal perumusan program kerja fakultas. Beliau menegaskan bahwa setiap program kerja yang akan diusulkan harus diselaraskan dengan Perjanjian Kinerja (Perkin) Rektor, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan juga kebijakan Kementerian Agama RI. Meskipun terdapat kebijakan yang bersifat wajib, beliau tetap mendorong ruang untuk berinovasi dalam perumusan program.
Dekan juga menyoroti pentingnya akreditasi internasional yang menjadi salah satu program dari Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau melihat kebijakan tersebut harus didukung dengan rekognisi internasional untuk menunjang indeks internasionalisasi perguruan tinggi. Partisipasi aktif dari dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika sangat diharapkan dalam proses ini. Program studi didorong untuk melakukan inisiatif seperti lecture exchange, bila memungkinkan secara daring, sebagai strategi untuk mengatasi keterbatasan anggaran kunjungan luar negeri karena efisiensi.
Pemanfaatan jaringan melalui asosiasi dan kolaborasi sukarela dengan dosen di luar negeri juga disarankan untuk memperluas rekognisi internasional. Selain itu, mitra bestari jurnal internasional diharapkan dapat berkontribusi sebagai dosen tamu atau pembicara dalam seminar dan konferensi.

Terkait peningkatan kompetensi, Dekan berharap target 5% lulusan bersertifikasi kompetensi sesuai dengan Perkin Rektor. Mahasiswa akan didorong untuk mengikuti sertifikasi, dan skema program Career Development Program (CDP) akan ditinjau ulang agar lebih berdampak, termasuk potensi bantuan dana bagi peserta sertifikasi terpilih. Sertifikasi dianggap krusial karena seringkali lebih relevan di dunia kerja dibandingkan ijazah semata. Peningkatan kompetensi juga menyasar dosen melalui sertifikasi.
Dekan juga menggarisbawahi beberapa target kinerja utama yang harus menjadi prioritas, meliputi percepatan proses sertifikasi, pencapaian target jurnal terindeks Scopus, akreditasi internasional, dan memastikan setiap dosen memiliki minimal satu penelitian setiap tahunnya.
