KabarFAB — Elita Ulfiana, M.A., Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBI) Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Forum Ilmiah Pegiat dan Pengajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 17 Juni 2025. Forum ini mengangkat tema “Harmonisasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran BIPA” dan dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret Surakarta.


Dalam paparannya, Elita Ulfiana mengangkat topik “Moderasi Beragama dalam Pembelajaran BIPA” sebagai pendekatan strategis dalam mengenalkan nilai-nilai luhur Indonesia kepada penutur asing. Ia menekankan bahwa nilai moderasi beragama adalah bagian dari kearifan lokal bangsa Indonesia yang dapat menjadi materi penting dalam kelas BIPA.
“Kelas BIPA tidak hanya menjadi ruang belajar bahasa, tetapi juga ruang diplomasi budaya. Moderasi beragama dapat dikenalkan melalui teks, diskusi, dan praktik pembelajaran yang menumbuhkan toleransi dan saling menghargai,” ujar Elita di hadapan peserta forum.
Ia juga membagikan pengalaman implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran BIPA pemula di UIN Raden Mas Said, seperti melalui cerita rakyat, budaya gotong royong lintas agama, hingga pemilihan topik diskusi yang inklusif dan kontekstual. Pendekatan ini terbukti mampu memperkuat pemahaman lintas budaya dan memperkenalkan wajah Islam moderat khas Indonesia kepada mahasiswa asing.
Selain Elita Ulfiana, forum ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, yaitu Dr. Dwi Susanto, M.Hum. (Universitas Sebelas Maret Surakarta), Dr. Ari Kusmiatun, M.Hum. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pengajar, peneliti, dan pegiat BIPA dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Melalui forum ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berupaya memperkuat jejaring pengajaran BIPA yang tidak hanya unggul dalam metode, tetapi juga kaya nilai-nilai budaya dan kebangsaan. Diharapkan pula, peran penting akademisi kampus Islam dalam membumikan nilai-nilai toleransi melalui pendidikan bahasa.
