KabarFAB – Desain visual menjadi salah satu keterampilan penting di era digital yang serba visual seperti saat ini. Untuk mendukung penguasaan keterampilan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam rangkaian program pengembangan keterampilan mahasiswa.
Kegiatan bertajuk “Kelas Desain Visual: Kreatif Berbahasa, Kompeten Berkarya” ini merupakan seri kelima dari rangkaian perayaan Milad Tadris Bahasa Indonesia ke-10. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang literasi visual dan desain kreatif, khususnya dalam mendukung produk-produk akademik dan publikasi digital.








Kelas yang diselenggarakan pada Senin, 19 Mei 2025, bertempat di Aula Yosodipuro Fakultas Adab dan Bahasa, menghadirkan narasumber berkompeten yakni Wahyu Three Rismawan seorang Menteri Visual Informasi dan Branding BEM UNS 2024. Acara dipandu oleh Muhafid Ayub Indhitaftiyan selaku moderator yang mengarahkan jalannya kegiatan dengan interaktif dan dinamis.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Elita Ulfiana, S.S., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan praktis yang relevan dengan era digital, serta mengapresiasi antusiasme peserta yang sangat tinggi. Beliau memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan menekankan pentingnya kemampuan visualisasi dalam penyampaian informasi, termasuk dalam bidang akademik dan edukasi.
Dalam kegiatan Kelas Desain Visual yang menjadi salah satu program kerja Divisi Media dan Komunikasi (Medkom) HMPS TBI, para peserta tidak hanya diajak untuk memahami aspek teknis dalam mendesain, tetapi juga diajak menyelami bagaimana visual dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif.
Terkait hal ini, Muhafid selaku Kadiv Divisi Medkom mengatakan, “Setelah diadakan Kelas Desain Visual ini diharapkan dapat menambah pemahaman bagaimana sebuah desain tidak hanya tentang estetika saja, melainkan juga bagaimana desain menjadi jembatan atau menterjemahkan pikiran, ide, maupun nilai-nilai ke dalam sebuah visual.” Kadiv Medkom tersebut juga menambahkan, “Untuk tercapainya sebuah desain yang dapat tersampaikan pesannya, pendesain harus didukung oleh pemahaman bagaimana caranya pemilihan font yang tepat, pemilihan color palet yang tepat, pemilihan objek yang tepat, sehingga membuat orang yang melihat desain itu dengan mudah memahami apa informasi yang disampaikan.”
Antusiasme peserta sangat terasa sejak sesi awal. Mahasiswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengikuti praktik mendesain menggunakan aplikasi desain visual populer salah satunya Canva. Dalam sesi praktik, Wahyu membimbing peserta membuat desain infografik akademik dan poster digital yang menarik namun tetap informatif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyusun konten digital edukatif, presentasi akademik, hingga media promosi yang estetik dan komunikatif. Peserta pun memberikan kesan positif terhadap jalannya acara. Amanda Aisyah menyampaikan, “Enjoy, santai, pematerinya seru, semoga kedepannya diadakan acara lagi”. Sedangkan menurut Ayu Setiawati, “Asik dan menarik, Alhamdulillah tambah ilmu baru yang bisa bermanfaat di era digital ini.”
Dengan suksesnya pelaksanaan kelas kedua ini, HMPS Tadris Bahasa Indonesia terus berkomitmen menghadirkan program-program edukatif yang mendukung peningkatan kapasitas akademik dan kreativitas mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.
Penulis : Nurul Fadhilah | 083148746322 | [email protected]
